Recent Posts

Serangga Datang Sendiri Saat Lampu Bercahaya #1

19 Juli 2004


Boleh nanya gak pak ?”, demikian tanya seorang siswa yang mengejar saya di pelataran sekolah. Saya pun kontan menjawab, “why not, what do you want to know?”.

“Beuuuh…mentang-mentang guru Bahasa Inggris, jangan pake bahasa Inggris ah, saya gak ngerti”, timpalnya.

Saya hanya tersenyum mendengar kepolosannya. “Emang ada apa sih?” tanya saya kemudian. “Gini pak, Sorry nih yah!” “Loh katanya ga mau ngomong Bahasa Inggris, emang sorry bahasa Jawa?” canda saya sambil tertawa. “Iya….ya…maaf…maaf”, timpalnya sambil juga tertawa.

Baca juga: Ketika daun berwarna coklat itu jatuh

Sebenarnya ada apa sih, mau nanya pake minta maaf segala bikin penasaran aja, pikir saya. “Cepet deh mo nanya apa?” Dengan serius dia menjawab, “Saya perhatiin, Bapak kok bisa deket sama cewek-cewek cakep sih, rahasianya apa sih pak?” “Kasih tau dong pak!”

Ya ampun, dia ngejar-ngejar saya hanya untuk menanyakan hal itu. “Cewek-cewek mana?” saya balik nanya. “Itu loh pak, murid-murid Bapak!” “Pokoknya setiap ada murid cewek yang cakep pasti deket sama Bapak.”

Mendengar ucapannya, saya mulai risih karena saya sendiri merasa ke semua murid saya dekat, baik laki-laki mapun perempuan. Mereka semua adalah sahabat mungil saya. Bahkan, saking deketnya terkadang saya ngomongnya pake lo….gw dengan mereka.

“Oke deh, lebih baik kita ngobrolnya di ruangan saya aja ya?”, ajak saya. Dia pun langsung berjalan di belakang saya. Sesampainya di ruangan, saya menyuruhnya duduk di depan meja kerja sehingga kami bisa duduk saling berhadapan. Ruangan yang luasnya 3x 8m ini kebetulan hanya saya sendiri yang menempati. .

Baca juga: Eduwisata SkyWorld TMII Merasa Seperti di Luar Angkasa

“Mau minum gak?, tuh disamping dispenser ada gelas bersih, ambil aja!” “Makasih pak, saya gak haus”. “Bapak mau minum? Saya ambilin ya!”, malah dia balik menawari saya. “Ya udah ambil sana!”.

Air yang dia ambil langsung saya minum. Masalahnya, saya memang sedang bener-bener haus karena di kelas tadi banyak menerangkan materi baru.

“Ayo dong pak, apa rahasianya?”. “Saya juga pengen seperti Bapak kan!”, dia terus mendesak mengharapkan saya segera menjawabnya.

Lucunya, dia juga mengatakan, “Kalo saya harus puasa, saya puasain deh pak!”. Ya ampun, apa yang ada dipikiran anak ini, pikir saya.

Kamu lihat lampu neon itu #2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar